SK Bodong ! PN Blora Hadirkan 4 Saksi Dalam Sidang ke 2 Terdakwa Kades Nginggil

SK Bodong ! PN Blora Hadirkan 4 Saksi Dalam Sidang ke 2 Terdakwa Kades Nginggil

sidang kedua 2 terdakwa Darno (Kades) Nginggil dan Suprono (Operator Desa) Nginggil terkait SK Karangtaruna yang diduga Bodong

ORBIT NEWS, Blora - Sidang ke 2 kepada terdakwa Darno selaku Kepala Desa (Kades) dan Suprono (Operator Desa) dari Desa Nginggil, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora kembali di gelar oleh Pengadilan Negeri Blora, guna pemeriksaan barang bukti dan saksi-saksi, Rabu (13/07/2022).

Pada sidang ke dua tersebut, Pengadilan Negeri Blora menghadirkan kedua terdakwa, beserta 5 orang saksi, namun 1 orang saksi berhalangan hadir karena sakit, sedangkan 4 orang saksi lainnya hadir, yakni Yuridar Agumelar (peserta Perades gagal), Dartik (Ketua Panitia penyaringan dan penjaringan Perades), Dwi Andriansyah (anggota panitia seleksi Perades) dan Galiman salah seorang warga yang namanya tercantum pada SK Karangtaruna.

Ada beberapa barang bukti yang ditunjukan dalam persidangan tersebut, yang pertama ada SK Karangtaruna, kemudian ada Surat Pernyataan dari beberapa orang yang namanya tercantum pada SK Karangtaruna bahwa mereka tidak merasa menjadi Pengurus Karangtaruna, Berita Acara penelitian berkas persyaratan peserta Perades yang ditanda tangani oleh terdakwa Suprono yang juga sebagai Sekretaris Panitia seleksi Perades.

Dalam persidangan, menurut ke 4 saksi tersebut, mereka tidak mengetahui adanya struktur organisasi pengurus Karangtaruna di Desa Nginggil, Kecamatan Kradenan, dan dari keterangan ke 4 saksi tersebut, di Desa Nginggil belum pernah di bentuk atau tidak ada kepengurusan Karangtaruna, sehingga SK Karangtaruna yang di keluarkan oleh terdakwa Darno selaku Kepala Desa Nginggil merupakan SK Bodong.

Saksi Dartik, selaku Ketua Panitia seleksi Perades pernah menanyakan kepada terdakwa Suprono terkait SK Karangtaruna tersebut apakah sudah benar atau tidak, dan Suprono selaku Operator Desa Nginggil sekaligus Sekretaris Panitia seleksi Perades menjawab jika SK Karangtaruna tersebut sudah benar.

Tak hanya sampai disitu, Saksi Dartik juga menanyakan kepada terdakwa Darno selaku Kepala Desa Nginggil terkait kebenaran SK Karangtaruna tersebut dan Darno menjawab "ya mungkin ada yang keliru" dengan nada pelan, hal tersebut disampaikan Saksi Dartik saat dimintai keterangan oleh Ketua Majelis Hakim, Muhammad Fauzan Haryadi, SH, MH., dalam persidangan.

Uniknya lagi, Saksi Galiman, yang namanya tercantum dalam SK Karangtaruna tersebut malah kaget saat mengetahui namanya tercantum pada SK Karangtaruna. Saksi Galiman tercantum sebagai Seksi Organisasi dalam SK Karangtaruna, Galiman tidak mengetahui adanya SK tersebut, dan merasa tidak pernah ada pembentukan struktur organisasi, sehingga Galiman kaget tiba-tiba namanya tercantum di SK dan merasa dirugikan karena namanya tertera di SK karangtaruna tersebut.


Editor: red

Komentar

Terkini