Miris ! Pencabulan Anak Di Bawah Umur, Hasil Kerjasama Antara Mami Kos dan Pelaku

Miris ! Pencabulan Anak Di Bawah Umur, Hasil Kerjasama Antara Mami Kos dan Pelaku

Foto : illustrasi pencabulan anak dibawar umur

ORBIT NEWS, Malaka - Peristiwa Pemerkosaan atau pencabulan terhadap anak dibawah umur berinisial CCTS (13) di Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka NTT itu mulai terbongkar ketika korban mengaku kepada mama kandungnya dan langsung melaporkan ke Mapolres Malaka, Rabu (04/05/2022).

Kapolres Malaka AKBP Rudy Jacob Junus Ledo SH., SIK., melalui kasat Reskrim IPTU Zainal Arifin Abdurrahman SH dan Kanit PPA AIPDA Urip Hartami menyampaikan, "Sampai saat ini masih dalam tahap penyidikan dan penyelidikan kasus  terhadap korban (CCTS), kami sudah mengambil keterangan korban dan saksi, dan kami juga sudah mengantar korban untuk di Visum di RSPP Betun", ucapnya.

Pencabulan anak dibawah umur 13 (CCTS) itu dilakukan di dua tempat berbeda di Kabupaten Malaka, di duga ada kerja sama antara mami kos (PDR) yang berperan sebagai germo dengan  pelaku berinisial (N) yang kerap di panggil dokter dan pelaku satunya berinisial (G) yang diduga  merupakan pelaku dari skenario yang di bangun oleh mama kos (PDR), perdagangan anak atau (Human Traficking), mami kos bekerja sama dengan pelaku dengan menjual korban berinisial CCTS (13) kepada pelaku dokter atau berinisial (N) dan pelaku (G).

Dari informasi yang dihimpun oleh awak media orbitnews.id di rumah korban (CCTS) di Kakaniuk Malaka NTT, Selasa (03/05/2022). Kejadian pemerkosaan anak dibawah umur itu dilakukan sebanyak dua kali dalam waktu dan tempat yang berbeda. 

Pencabulan anak di bawah umur yang pertama  terjadi di Bakateu, tepatnya di tempat kos  korban. Pada saat pelaku (G) datang ke tempat kos itu, sudah terlihat ada kerja sama antara  pelaku dan mami kos. Pelaku berinisial (G) berpura-pura mau buang air besar di WC dan saat itu ibu kos menyuruh korban untuk  mengantar air ke WC. Ketika korban antar air dan tiba di WC pelaku G langsung sekap dan menutup mulut korban agar tidak berteriak, disitulah aksi  bejat dilakukan pelaku, yang baru duduk di kelas  satu SMP itu.

Pencabulan yang kedua terjadi ketika pelaku dokter (N) sekitar jam 23.00 Wib tengah malam mengajak mami kos (PDR) dan korban katanya mau makan bakso di dalam Kota Betun dan ternyata, pelaku sama mami kos (PDR) di ajak jalan-jalan ke Lakulo Weliman, sebelum tiba di lokasi yang jauh dari rumah-rumah, mobil yang  disetir sendiri oleh pelaku (N) berhenti dan mami kos berpura-pura keluar dari mobil dan pergi, disitulah pelaku dokter (N) dengan leluasa  memaksa korban (CCTS) untuk melakukan  tindakan asusila itu. (yan_klau)


Editor: red

Komentar

Terkini