Dua Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Sudah di Amankan, Satu Masih Dalam Pengejaran Polres Malaka

Dua Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Sudah di Amankan, Satu Masih Dalam Pengejaran Polres Malaka

Foto istimewa/Wakapolres Malaka Bersama Keluarga besar Korban CCTS

ORBIT NEWS, Betun - Kepolisian Resor (Polres) Malaka tidak main-main dan bekerja secara profesional dalam menangani kasus permerkosaan anak di bawah umur dan sudah berhasil menangkap dua pelaku. 

Hal tersebut disampaikan Kapolres Malaka AKBP Rudy Junus Jakob Ledo,S.H.,S.IK, melalui Wakapolres Malaka Kompol I Ketut Saba, saat menerima rombongan pihak keluarga korban pemerkosaan anak di bawah umur yang menimpa salah satu pelajar yang duduk di bangku kelas satu sekolah menengah pertama (SMP) yang baru berusia 13 tahun warga Desa Kakaniuk, Kecamatan Malaka tengah, Kabupaten Malaka, Propinsi Nusa tenggara Timur baru-baru ini.

Keluarga korban meminta pihak Polres segera menangkap salah satu pelaku yang masih dalam pencarian, hal tersebut disampaikan keluarga korban saat berada diruang rapat Mako Polres Malaka Kamis petang (05/05/2022).

Menurut Ketut Saba dirinya menyampaikan pesan Bapa Kapolres Malaka bahwa, "dalam menangani kasus persetubuhan anak dan eksploitasi dibawah umur tidak main-main dan tetap ditangani secara serius dan meminta keluarga korban bersabar karena penangkapan pelaku itu ada tahapannya dan pelaku kedua segera di tangkap," ucapnya.

Sebelumnya mewakili Pihak keluarga korban Devi Hermin Ndolu yang diberikan kesempatan pertama untuk menyampaikan tujuanya bersama keluarga lainya ke Mako Polres Malaka berharap, "salah satu pelaku yang belum tertangkap agar segara dilakukan penangkapan, agar kejadian ini tidak berlarut-larut dan bisa meredam pihak keluarga supaya tidak melakukan tindakan yang tidak dinginkan," ucapnya.

"Pelaku diduga kuat berjumlah tiga orang berinisial NM, GT dan Mama PD selaku pengelola kos-kosan di Dusun Bakateu, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka NTT yang  diduga kuat sebagai Germo, yang memanfaatkan anak secara semena-mena (EksploitasiAnak), pencari target anak-anak lugu dibawah umur untuk disuguhkan kepada pelaku pria bejat," ungkap salah satu keluarga korban Roy Tey Saran.

Terpisah, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Iptu Zainal Arifin Abdurahman, SH, Saat dijumpai awak media orbitnews.id di ruang kerjanya mengaku baru mengamankan seorang pelaku dan seorang Germo pengelola kos-kosan yaitu Mama PD sedangkan NM belum tertangkap dan akan meyerahkan diri dalam waktu 24 jam 


Editor: red

Komentar

Terkini