Miris ! Tak Mampu Bayar Ujian, Ijazah Ditahan Pihak Sekolah

Miris ! Tak Mampu Bayar Ujian, Ijazah Ditahan Pihak Sekolah

ORBIT NEWS, Purworejo - Salah satu Siswa di SMP Negeri 33 Purworejo harus rela dirinya lulus SMP tanpa  memiliki Ijazah, hal tersebut terjadi lantaran Ijazahnya di tahan oleh pihak Sekolah.

Siswa tersebut berinisial RER (17), asal Kelurahan Mranti, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, RER kini terpaksa Sekolah di Swasta karena tak memiliki ijazah, sehingga tidak bisa mendaftar di Sekolah Negeri, dan di Sekolah Swasta pun itu berkat kebijakan pihak Sekolah.

Orang tua RER yang berinisial S (42), saat ditemui awak media orbitnews.id menyampaikan, "Iya benar mas, ijazah anak saya di tahan pihak Sekolah karena belum bayar ujian, Saya bukannya tidak mau membayar mas, tapi ya karena memang tidak mampu," ucapnya, Rabu (20/07/2022).

Dr. Nikmatur Rohmah, M.Pd, selaku Kepala SMP Negeri 33 Purworejo saat ditemui awak media orbitnews.id, menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui hal tersebut, bahkan sempat membantah jika tidak ada penahanan Ijazah.

"Soal itu saya tidak tahu mas, mungkin ada, tapi coba nanti saya cek dulu," Ucapnya, Kamis (21/07/2022).

Seharusnya pihak sekolah tidak melakukan penahanan ijazah karena bertentangan dengan PP No 48 tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan, di mana pada pasal 52 menjelaskan bahwa pungutan dana yang bersumber dari masyarakat tidak dikaitkan dengan akademik.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pernah memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng melakukan pengecekan ijazah yang ditahan sekolah di Jawa Tengah. Hal ini menyusul adanya laporan dari masyarakat tentang penahanan ijazah oleh pihak sekolah tertentu.
 
Hal itu disampaikan Ganjar usai memimpin rapat percepatan penanganan Covid-19 di kantornya, pada Senin (07/09/2020). Ia menegaskan, tidak boleh lagi ada kasus penahanan ijazah oleh sekolah di Jawa Tengah dengan alasan apapun.
 
“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan saya minta cek semua sekolah, ada berapa ijazah yang belum diambil. Biar kita tahu, berapa banyak dan apa penyebabnya,” kata Ganjar.


Editor: red

Komentar

Terkini