Dengan Dalih Sumbangan, SMA N 7 Purworejo Diduga Lakukan Pungli

Dengan Dalih Sumbangan, SMA N 7 Purworejo Diduga Lakukan Pungli

Bukti Kuitansi pembayaran sumbangan senilai Rp. 2.500.000 yang diterima oleh atas nama Komite Sekolah SMA N 7 Purworejo

ORBIT NEWS, Purworejo - Saat orang tua ingin memberikan yang terbaik pada putra dan putrinya dalam hal pendidikan, malah terjadi dugaan pungutan liar (pungli) di sekolah SMA N 7 Purworejo dengan dalih sumbangan.

Ketika awak media orbitnews.id, mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait, pada sumbangan tersebut yang ditetapkan oleh Ketua Komite Sekolah dengan besaran Rp. 2.500.000/siswa pada tahun 2021 dan Rp. 1.500.000/siswa pada tahun 2022, kalikan saja dengan jumlah murid yang kurang lebih ada 1.000.

Ternyata dengan peraturan dan kebijakan Permendikbud No. 75 tahun 2016 disalah artikan dan tidak di pahami oleh pihak oknum sekolah tersebut dengan bebas biaya uang gedung maupun iuran lainnya yang memberatkan wali murid siswa siswi SMA N 7 Purworejo.

Bahkan pada tahun 2022, orang tua siswa disodori nominal pembayaran per tahun dalam tiga pilihan, pilihan pertama dengan nominal Rp. 2.700.000, pilihan kedua Rp. 2.400.000, dan pilihan ketiga Rp.1.500.000.

Salah seorang wali murid yang enggan disebut namanya menyampaikan, "Bisa aja itu akal-akalanya Komite dan Sekolah mas, mereka mungkin dari awal mau menentukan nominalnya Rp. 1.500.000, namun biar tidak kelihatan memaksa, kami para orang tua siswa diberi tiga pilihan tersebut," ucapnya, Minggu (24/07/2022).

"yang jelas kami keberatan mas dengan jumlah tersebut, apalagi beberapa tahun ada Pandemi Covid-19, dimana penghasilan kami juga menurun derastis, dan kita juga serabutan kerjanya, jadi nggak punya penghasilan tetap, tapi karena itu sudah ditentukan ya mau nggak mau kita bayar," imbuhnya.

Mirisnya, di tahun 2021 dimana Indonesia sedang gencar-gencarnya di landa Pandemi Covid-19, jumlah sumbangan yang dibebankan kepada orang tua siswa malah sangat besar di bandingkan dengan tahun 2022, padahal di tahun 2020 sampai 2021 kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring.


Editor: red

Komentar

Terkini