SMP N 6 Purworejo Diduga Melakukan Pungli Terhadap Wali Murid

SMP N 6 Purworejo Diduga Melakukan Pungli Terhadap Wali Murid

Selebaran dari SMP N 6 Purworejo yang berisi rincian penggunaan anggaran

ORBIT NEWS, Purworejo - Adanya edaran selebaran yang berisi rincian penggunaan anggaran yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), serta uang dari wali murid yang di duga pungutan liar (pungli) terjadi di sekolah SMP N 6 Purworejo dengan dalih sumbangan.

Bahkan, dalam selebaran tersebut tertera ada pembayaran untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), padahal di dalam Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB, bahwa setiap sekolah yang menerima dana BOS maka tidak boleh memungut biaya, termasuk mereka yang masuk kategori peserta didik jalur perpindahan, hal itu sudah tertuang dalam pasal 21 ayat 2. 

Ketika awak media orbitnews.id, mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait, pada sumbangan tersebut yang ditetapkan oleh Ketua Komite Sekolah dengan besaran Rp. 1.013.483/siswa per tahun, yang bisa di bayarkan secara bertahap.

Siswa-siswi di SMP N 6 Purworejo mencapai 550 an murid dari kelas tujuh sampai kelas sembilan, dalam satu tahun SMP N 6 Purworejo ini yang ditetapkan per murid Rp. 1.000.000 dikalikan 550 siswa dengan total Rp. 550 jt per tahunnya dari hasil penarikan sumbangan dari wali murid, dan tiap tahunnya berbeda-beda tergantung dengan jumlah nominal sumbangan yang di tentukan oleh Komite Sekolah.

Ternyata dengan peraturan dan kebijakan Permendikbud No. 44 Tahun 2012 dan Permendikbud No. 60 Tahun 2021, yang disalah artikan dan tidak di pahami oleh pihak oknum sekolah tersebut dengan bebas biaya uang gedung maupun iuran lainnya yang memberatkan wali murid siswa siswi SMP N 6 Purworejo.

Salah seorang wali murid yang enggan disebut namanya menyampaikan, "Berat lah mas kalau dengan kondisi ekonomi kami yang seperti ini, tapi kemarin ada yang mau bayar lagi Sekolah tidak mau menerima mas, mungkin karena beritanya lagi rame ya tentang pungutan liar," ucapnya, Rabu (27/07/2022).

"Dulu pernah mas, disuruh bayar sumbangan yang totalnya Rp. 2.000.000, kemudian saya sanggupnya nyicil 4x, baru bayar 2x Rp. 500.000, terus pas mau bayar yang ketiga ditolak," imbuhnya.


Editor: red

Komentar

Terkini