Para Sopir Angkot Pemalang Sambut Gembira Larangan Odong - Odong Beroperasi di Jalan Raya

Para Sopir Angkot Pemalang Sambut Gembira Larangan Odong - Odong Beroperasi di Jalan Raya

ORBIT NEWS, Pemalang - Komunitas sopir Angkutan Kota (Angkot) "Satrio Wibowo" Kabupaten Pemalang, yang sejak 1989 resmi melayani beberapa trayek, angkot seperti Sirandu - Petarukan, Sumber Harjo - Pasar Pagi, dan Pasar Pagi - Penggarit - Kota, menyambut gembira larangan odong-odong beroperasi di jalan raya.

Para sopir armada Angkot warna biru tersebut, menurut salah satu anggota komunitas sekaligus sopir Angkot Trayek B (Pemalang - Petarukan) Tanto dan Aris menuturkan bahwa, "selama ini dengan maraknya, Kereta Kelinci atau Odong - Odong, kami dan juga para sopir Angkot lainnya, serta Angkutan Elp merasa di rugikan," ucapnya.

Odong - Odong yang menjadi kegemaran Anak - anak, juga Emak - emak bisa membawa penumpang melewati jalan raya, masih menurut Aris, dengan adanya Odong - Odong, dirinya untuk mencari uang 150 ribu rupiah dalam sehari narik Angkot sangat susah.

Perinciannya 50 buat setoran ke pemilik angkot, 50 untuk BBM baru sisa 50 ribu buat pendapatan dirinya untuk dibawa pulang kerumah.

"Semenjak adanya Odong - Odong, banyak penumpang menggunakan jasa kendaraan rakitan tersebut untuk acara kondangan, ketempat wisata, yang akhirnya kami yang resmi punya surat ijin mengangkut penumpang jadi tak kebagian," imbuhnya.

Polres Pemalang melalui Satuan Lalu Lintas (Satpantas), pada hari Rabu (27/07/2022) kemarin melaksanakan pemasangan baliho yang berisi imbauan agar kereta kelinci atau odong - odong di larang beroperasi di jalan raya.

KBO Ops satlantas Pemalang Ipda Lindu Anjar Wijayadi, mewakili Kasatlantas Polres Pemalang, AKP Sofyan Rahmadyanto mengatakan, "Jika Rabu kemarin jajaran telah memasang sejumlah baliho, yang berisi imbauan bagi para pemilik Odong - Odong agar tidak mengoperasikan armadanya di jalan raya," ucapnya.


Editor: red

Komentar

Terkini