Wabup Belu Aloysius Minta Stakeholder Kawal Pelaksanaan Pendataan Reksosek 2022

Wabup Belu Aloysius Minta Stakeholder Kawal Pelaksanaan Pendataan Reksosek 2022

ORBITNEWS, ATAMBUA - Pemerintah Kabupaten Belu bersama Badan Pusat Statistik Kabupaten Belu melakukan Rapat Koordinasi Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), guna mewujudkan Satu Data Nasional sebagai langkah dalam Reformasi Perlindungan Sosial.

Rapat Koordinasi dengan tema "Mencatat Untuk Membangun Negeri Satu Data Program Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat" ini bertujuan agar pelaksanaan pendataan awal Regsosek dapat berjalan dengan baik dan memiliki kesiapan yang matang melalui koordinasi, konsolidasi dan kolaborasi dari semua pihak yang terkait.

Kegiatan regsosek, diawali dengan tahapan koordinasi dan persiapan yang dimulai pada bulan Juli - Agustus, Pelatihan instruktur dan petugas pada bulan Oktober - November. Sementara pendataan lapangan baru dimulai pada tanggal 29 Oktober 2022.

Saat membuka acara Rakor Pendataan Awal Regsosek Tahun 2022 Tingkat Kabupaten Belu di Ballroom Hotel Matahari Atambua, Senin (19/9/2022), Wakil Bupati Belu, Dr. Drs. Aloysius Haleserens, MM menyebutkan, validasi data ini akan dipergunakan Pemerintah Kabupaten Belu dalam percepatan penanggulangan kemiskinan, UMKM, data kependudukan, ketenagakerjaan, pendidikan, pertanian, dan lain-lain.

Melihat pentingnya data yang akan dihasilkan, Wabup Belu meminta kepada seluruh stakeholder untuk mengawal pelaksanaan Pendataan Awal Regsosek 2022, agar data yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kondisi dilapangan.
"Saya mengharapkan agar BPS tetap menjalin koordinasi, khususnya dengan Pemerintah Kabupaten Belu, sehingga pelaksanaan Pendataan Regsosek 2022 dapat berjalan sukses dan menghasilkan data yang akurat," kata Wabup.

Sementara itu Kepala BPS Kabupaten Belu, Yustinus Siga, A.ST menyebutkan, prasyarat utama dalam reformasi sistem perlindungan sosial adalah transformasi data menuju registrasi sosial ekonomi seluruh penduduk. Mekanisme pelaksanaan program perlindungan sosial diharapkan memenuhi prinsip tepat sasaran, tepat waktu, mudah, akuntabel dan responsif terhadap kondisi bencana.
"Pendataan awal Regsosek ini bertujuan untuk menyediakan sistem dan basis data seluruh penduduk yang terdiri dari atas profil, kondisi sosial, ekonomi dan tingkat kesejahteraan yang terhubung dengan data induk kependudukan serta basis data lainnya hingga tingkat desa atau kelurahan," jelas Yustinus Siga. 


Editor: red
Sumber: prokopimbelu

Komentar

Terkini