Wabup Belu Minta Para Petani DiPerbatasan Untuk Bekerja Keras

Wabup Belu Minta Para Petani DiPerbatasan Untuk Bekerja Keras

ORBITNEWS, TASIFETO TIMUR - Petani di wilayah perbatasan RI-RDTL, Kabupaten Belu diminta untuk tetap bekerja keras dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga.

Hal itu diungkapkan, Wakil Bupati Belu, Dr. Drs. Aloysius Haleserens, MM saat mendampingi Bupati Belu diacara Penyerahan Secara Simbolis Kredit Merdeka Pertanian Holtikultura (Tomat & Lombok) dari Bank NTT sebanyak Rp. 145.000.000 kepada Enam Kelompok Tani asal Desa Umaklaran, Desa Fatubaa, Desa Dafala dan Desa Takirin, Rabu (21/09/2022).
"Terima kasih kepada Bank NTT yang sudah melayani pinjaman kepada kelompok tani. Selain tanpa bunga juga mudah dalam proses administrasinya," ucap Wabup.

Wakil Bupati berpesan, kepada enam kelompok tani penerima bantuan kredit merdeka untuk bekerja dengan baik, agar memperoleh hasil yang maksimal
sehingga tercapai peningkatan ekonomi keluarga.
"Akan ada pendampingan dari Dinas Pertanian dan juga syngenta, jadi petani tidak usah takut. Kepala Desa juga tidak boleh takut mengalokasikan dana desa untuk kegiatan hortikultura demi perwujudan kesejahteraan masyarakat desa," tandasnya.
 
Pimpinan Bank NTT Cabang Atambua, Adrianus M Pontus, S.Hut  mengatakan, Bank NTT sudah bergerak dan mendata ekosistem pembiayaan bidang pertanian hortikultura khususnya tomat dan bawang. 
"Ini kita lakukan secara masif dan terukur serta transparan kepada semua kelompok tani yang layak untuk kita biayai," sebut Adi Pontus.

Lanjut Adi Pontus, pihak Bank NTT berproses bersama pemerintah, untuk membiayai kurang lebih 6,5 hektar kepada enam kelompok tani yang ada Desa Umaklaran, Desa Fatubaa, Desa Dafala dan Desa Takirin.
"Ini kolaborasi yang luar biasa,  karena tidak murni dari Bank NTT namun masih ada sumber-sumber pembiayaan yang datang dari dana desa. Kita juga bersyukur, atas kerja keras Pemerintah sehingga Kabupaten Belu mengalami over produk. Hasil yang ada, sudah kita kirim ke Kupang dan Ambon" tandasnya. 


Editor: red

Komentar

Terkini