FENOMENA , MARAKNYA  KEBAKARAN  HUTAN DI SEKITARAN PANTAI MATRAS SUNGAILIAT , KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

FENOMENA , MARAKNYA  KEBAKARAN  HUTAN DI SEKITARAN PANTAI MATRAS SUNGAILIAT , KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

ORBITNEWS, Bangka- Hutan umumnya merupakan  hutan hujan tropis yang juga merupakan hutan dengan pohon – pohon yang sangat tinggi dan iklim yang sangat hangat. Selain itu juga hutan hujan tropis ini juga biasanya memiliki curah hujan yang sangat tinggi dan juga memiliki musim yang sangat pendek, yaitu lebih dari 1200 mm minimal pertahunnya. Dan juga hutan tersebut yang ada diindonesia merupakan kawasan alam yang sangat dilindungi oleh peduduk masyarakat setempat itu yang selalu dijaga. Setiap kali ada orang asing yang masuk kawasan hutan tersebut pasti ada yang menjaganya dari orang yang ingin merusak hutan tersebut.
      Kita juga melihat , berdasarkan UU No. 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimum RP 100 miliar .
 Sehingga maraknya kasus yang terjadi pada beberapa bulan kemarin terkait kasus kebakaran hutan di sekitaran pantai matras sungailiat kepulauan Bangka Belitung. Pantai matras merupakan pantai yang terletak di kelurahan Matras, kecamatan sungailiat , di sebelah timur laut Pulau Bangka yang mempunyai jaranya sekitar 40 km dari pangkal pinang atau 7 km dari kota sungailiat.
         Dilansir dari dari salah satu media babel mengutip dari FAKTABERITA.com- polres  Bangka , berhasil juga menangkap tiga  orang yang sengaja membakar hutan tersebut mereka merupakan warga lingkungan matras, alasan mereka sengaja membakar hutan dikarenakan mereka ingin membuka perkebunan disekitaran lingkungan hutan , matras tersebut sehingga terdapat ada dua titik lahan hutan yang hanggus terbakar dilahap si jago merah,para manusia yang tidak bertanggung jawab dengan perbuatan yang tidak  wajar tidak sepatutnya kita mencontohkan hal seperti itu karena hutan tersebut seharusnya kita jaga dan dilindungi jangan malah merusaknya. Hal ini bukan hanya terjadi pada tahun 2022 saja tetapi juga sudah terjadi di tahun-tahun sebelumnya dan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang sengaja membakar hutan bukan hanya warga biasa tetapi juga oknum oknum dari luar sepeti dilansir dari media nasional SINDONEWS.com.

    Mengutip dari media lokal bangka belitung ANTARANEWS.com  serta adanya sebuah degradasi hutan disekitaran pantai matras tersebuthilangnya juga biodivisitas , juga dapat berperan dalam meningkatkan kemiskinan dan konflik didalam masyarakat. Berdasarkan data badan pusat statistic , pada tahun 2003 tercatat ada juga penduduk yang tinggal di area hutan dipantai matras tersebut sekitar 38,9 juta jiwa atau 33 persen dari 219,9 juta penduduk di Indonesia yang juga tinggal didalam dan disekitaran hutan tersebut , 20,3 juta jiwa diantaranya juga masuk ke dalam data kalsifikasi rentan penduduknya miskin. Serta dari data tersebut diketahui bahwa sekitaran 5 juta jika yang penduduknya memiliki mata pencarian langsung dari hutan dan sekitar 2,4  juta jiwa yang lainnya memiliki mata pencariannya langsung terjun ke laut , memakai perahu untuk mencari ikan di dalam laut tersebut. Serta juga selain penduduk mereka yang rentan sekali tetap tinggal disekitaran hutan pantai matras tersebut walaupun hutan tersebut sudah terbakar para masyarakat pun rela untuk membangun lagi rumah tersebut walaupun rumah mereka banyak yang hangus terbakar di lahap api. Mereka tetap membangun rumah mereka dengan kondisi yang sangat memperhatinkan dengan kondisi mereka yang ada. Selain juga rumah penduduk mereka yang hangus terbakar, lahan mereka juga ikut terbakar karena api itu sangatlah besar sekali sehingga api itu pun merambat dengan cepat melahap diseluruh lahan lahan mereka yang terletak tidak jauh dari permungkiman yang mereka tinggal tersebut sehingga hutan hutan disekeliling permungkiman tersebut juga ikut terbakar dan ada juga sebagian hutan tersebut tidak terbakar sama sekali , yang lainnya hutan tersebut hanggus terbakar di makan si jago merah , masalah di atas  juga dapat disimpulkan factor utama ialah kelalaian manusia yang tidak bertanggung jawab membakar hutan secara liar dan tidak ada surat izin untuk membakar hutan tersebut , mereka membakar hutan tersebut dengan sengaja untuk mengambil hak mereka atau untuk membuat ladang usaha mereka yang baru seperti mereka ingin sekali membuat ladang perkebunan yang sangat luas sekali dan mereka ingi sekali membuka usaha kebun sawit yang luas tanahnya mencapai 1.300 hektar luasnya sehingga banyak sekali di sekitaran pantai matras itu yang dominan luas hutannya yang rentan hangus terbakar karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab sama sekali dengan kondisi hutan tersebut pada saat ini.
          Serta juga saran dari saya sendiri kita sebagai manusia harusnya mencintai alam kita terutama pemandangan hutan itu haruslah kita jaga supaya kondisi didalam hutan tersebut seperti para para hewan yang tinggal dihutan tersebut tidak punah sehingga tidak membahayakan kita sendiri bahkan orang lain karena alam hutan tersebut Allah swt yang telah menciptakannya harus kita jaga dengan baik kondisi hutan tersebut jangan malah dirusakin. Itu saja saran dari saya kalau ada salah kata dalam ucapan dari saya mohon dimaafkan.

Penulis    :  Wandy  Dwiyansyah
Prodi       :  ilmu  Administrasi Negara
Semester :  3 tiga 
Mahasiswa  Stisipol  Pahlawan  12 Sungailiat  Bangka


Editor: red

Komentar

Terkini