Polres Pasuruan Berhasil Ungkap Kasus Perdagangan Anak

Polres Pasuruan Berhasil Ungkap Kasus Perdagangan Anak

ORBITNEWS, Pasuruan,- Subnit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pasuruan berhasil mengungkap kasus perdagangan orang yang melibatkan seorang anak di bawah umur sebagai korban.

Kapolres Pasuruan AKPB Bayu Pratama Gubunagi, S.H., S.I.K., M.Si., dalam Press Release mengatakan, penangkapan terhadap terduga pelaku tindak pidana perdagangan orang dilakukan di sebuah Wisma Karaoke di Kecamatan Prigen.

"Pengungkapan kasus serta penangkapan pelaku didapat setelah orang tua dari korban melapor ke Polsek Prigen yang kemudian dikembangkan dan dilakukan penyelidikan hingga penangkapan terhadap pelaku, kemudian pelaku dibawa ke Polres Pasuruan untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut," terangnya saat Press Release di Joglo Polres Pasuruan, Senin (31/10/2022).

Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto Utomo, S.I.K., mengatakan, dalam proses penangkapan tersebut turut diamankan korban dengan barang bukti 1 (satu) buah buku catatan pendapatan dan uang tunai sebesar Rp.480 ribu (empat ratus delapan puluh ribu) dari tangan pelaku.

"Korban merupakan warga Kelurahan Wates Kec. Magersari, Mojokerto dengan inisial AR (13) dan NA (13) Kec. Prajurit Kulon, Mojokerto, sedangkan pelaku adalah seorang pemilik Wisma warga Kec. Prigen inisial SA alias RR (28) dan seorang penjaga Wismanya warga Kec. Prigen inisial KS (21), kemudian pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolres Pasuruan untuk proses penyidikan lebih lanjut," ungkap Kasat Reskrim.

Kasus ini kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan dan penyelidikan lebih jauh dengan keterlibatan pelaku dan kemungkinan adanya korban lain.

Atas perbuatannya tersebut, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 2 UU RI No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Subs. Pasal 88 JO Pasal 76i UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Dengan Ancaman Hukuman maksimal 15 Tahun Penjara dan Pidana Denda paling sedikit Rp. 120.000.000 (Seratus Dua Puluh Juta) dan paling banyak Rp. 600.000.000 (Enam Ratus Juta Rupiah)." 


Editor: red

Komentar

Terkini