Prinsip Merdeka Belajar dalam Pembelajaran Matematika

Prinsip Merdeka Belajar dalam Pembelajaran Matematika

ORBITNEWS, Bangka - UU No 20 tahun 2003 pasal 1 ayat (19), menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan undang-undang sisdiknas di atas, maka kurikulum merupakan sesuatu yang penting dalam dunia pendidikan karena merupakan target pembelajaran. Seiring berjalannya waktu kurikulum mengalami perubahan yang disesuaikan dengan karakteristik siswa di zamannya. Perubahan kurikulum ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Indonesia. 
Hingga saat ini kurikulum di Indonesia telah mengalami beberapa kali pergantian. Kurikulum 2013 hanya berlangsung sampai 2021. Setelah itu muncul lagi kurikulum merdeka yang mana merupakan penyempurnaan dari kurikulum 2013. Mengutip dari Buku Saku Tanya Jawab Kurikulum Merdeka, Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam, di mana konten akan lebih optimal agar siswa memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Dengan kurikulum ini, dapat membantu guru untuk memilih berbagai perangkat ajar untuk menyesuaikan kebutuhan belajar dan minat siswa. 
Kurikulum merdeka pada hakikatnya bermuara kepada prinsip merdeka belajar. Merdeka Belajar adalah program kebijakan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim yang bertujuan agar para guru dan siswa mendapatkan suasana yang bahagia saat belajar. Dan diperkuat oleh Badan Standar Nasional Pendidikan, Merdeka Belajar adalah suatu pendekatan yang dilakukan supaya siswa dan mahasiswa bisa memilih pelajaran yang diminati. Hal ini dilakukan supaya para siswa dan mahasiswa bisa mengoptimalkan bakatnya dan bisa memberikan sumbangan yang paling baik dalam berkarya bagi bangsa mengutip : media nasional tempo

Kurikulum Merdeka yang dicanangkan oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim adalah wujud kemerdekaan belajar mengajar. Kurikulum ini dibuat agar siswa Indonesia bisa belajar dengan baik dan "merdeka" untuk mendalami minat dan bakatnya masing-masing. Siswa diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi pengetahuannya dan interaktif melalui kegiatan proyek. Selain itu, Kurikulum Merdeka juga memberikan "kemerdekaan" bagi guru dalam mengajar. 
Melalui kurikulum ini, guru bisa menentukan cara mengajar yang tepat dan membuat materi esensial sesuai dengan yang ingin dicapai. Mengutip ucapan Mendikbudristek, yang menyatakan bahwa merdeka belajar menjadi salah satu program inisiatif  Kemdikbudristek yang bertujuan agar para guru dan siswa mendapatkan suasana yang bahagia saat belajar. Dengan adanya kurikulum merdeka belajar, tidak ada lagi tuntutan kepada siswa harus bisa menguasai semua materi pelajaran yang ada di sekolah, tidak ada lagi target (KKM) yang harus dicapai. Sekarang waktunya siswa merdeka untuk mempelajari pelajaran yang mereka senangi sesuai dengan bakat dan minatnya. Tidak ada lagi paksaan dan tuntutan untuk harus menguasai semua materi pelajaran.
Kurikulum merdeka membuat guru pun dapat mengajar dengan merdeka karena guru tidak harus mengejar kurikulum tapi cukup pada materi yang essensial saja. Dengan materi yang sedikit, guru bisa maksimal mengajar dan siswa juga akan maksimal untuk menerima pelajaran. Materi yang diajarkan bisa lebih mendalam, sehingga benar-benar dipahami oleh siswa. Siswa senang belajar, dan guru juga akan senang mengajar. Maka, secara tidak langsung akan terwujud pembelajaran yang menyenangkan. Dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka, guru harus memahami para siswanya. Guru perlu memahami karakter dan potensi yang dimiliki siswa agar lebih mudah memilih materi esensial yang akan disampaikan pada siswa. Dengan begitu, guru dapat menumbuhkan semangat belajar pada siswa.
Poin utama dalam Kurikulum Merdeka adalah kebebasan berpikir, kebebasan memilih materi, dan kebebasan dalam mengeksplorasi kompetensi maupun potensi yang dimiliki siswa seluas-luasnya. Oleh sebab itu, guru harus mampu memahami siswa dengan baik agar tidak terjadi kesalahan dalam pemilihan materi maupun pemahaman terhadap siswa.
Dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka, guru harus mengetahui atau memiliki peta kemampuan siswanya, mengapa demikian? Alasannya, peta ini dapat mempermudah guru dalam mengetahui potensi, kompetensi, dan kemampuan siswa sekaligus mengelompokkannya dengan tepat. Guru juga bisa memetakan kebutuhan siswa dan potensi apa yang dapat digali oleh guru agar siswanya dapat maju.

Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Matematika
    Demikian pula dalam pembelajaran matematika, maka memetakan kebutuhan siswa dan potensi apa yang dapat digali dari mereka merupakan hal penting yang harus dilakukan guru. Matematika merupakan mata pelajaran yang dipelajari mulai dari sekolah dasar menengah hingga perguruan tinggi. Pendidikan matematika di sekolah dasar bertujuan membekali mereka dengan kemampuan berifikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Menurut   Erman Suherman (2001: 29) matematika merupakan ratu atau sumber ilmu      dari ilmu yang lain, dengan kata lain matematika tumbuh dan berkembang untuk dirinya sendiri sebagai suatu ilmu, serta dapat melayani kebutuhan ilmu pengetahuan dalam pengembangan dan operasionalnya. Banyak ilmu-ilmu yang penemuan dan pengembangannya bersumber dari matematika.
    Kecenderungan selama ini yang menjadi hambatan terbesar dalam pembelajaran matematika adalah rasa ketidaksukaan siswa terhadap matematika yang susah untuk dirubah sehingga ini menjadi kesulitan tersendiri bagi guru matematika untuk dapat memotivasi dan menjelaskan bahwa matematika itu menyenangkan. Beberapa alasan yang membuat siswa tidak suka hitung-hitungan adalah karena pelajaran matematika dianggap terlalu sulit, rumit, menguras pikiran, dan juga membosankan. Hal tersebut di atas dapat dipahami terlebih jika pada saat pembelajaran matematika materi disampaikan dengan cara yang super serius. 
Dan sebagai seorang guru matematika, penulis secara personal menyadari bahwa untuk mengajarkan matematika bukanlah hal yang mudah dikarenakan tidak semua anak  menyukai pelajaran matematika bahkan tidak sedikit anak yang menganggap bahwa matematika adalah pelajaran yang sangat sulit bagi mereka sehingga mereka enggan untuk mencoba ataupun berusaha memahami dari  materi yang diajarkan. Menurut pandangan mereka bahwa matematika itu adalah pelajaran yang selalu berkaitan dengan rumus dan hitungan yang selalu memusingkan mereka.
Untuk itu, kurikulum merdeka belajar menjadi solusi dari tidak sukanya siswa dengan pembelajaran matematika. Kurikulum merdeka tidak menuntut siswa untuk harus bisa matematika, karna bakat dan minat setiap siswa berbeda-beda. Solusi yang dimaksud oleh penulis di sini tidak lain adalah bahwa paradigma berpikir guru yang harus berubah terlebih dahulu untuk menyelaraskan perubahan yang terjadi. Intinya, patut disadari bahwa sesungguhnya guru merupakan pengembang kurikulum bukan pelaksana kurikulum. 
Artinya bahwa dalam keterlaksanaan proses pembelajaran secara ideal, maka sesungguhnya guru patut mengetahui kebutuhan dan karakteristik siswa pada satuan pendidikan masing-masing. Oleh karena itu dengan mengetahui peta kemampuan siswa, maka  akan sangat membantu guru dalam pemilihan materi, agar siswa bebas bereksplorasi seluas-luasnya dan bisa menciptakan sistem belajar yang tepat.
Lebih lanjut,untuk menciptakan pembelajaran matematika yang menyenangkan, guru harus mampu menciptakan suasana yang menyenangkan agar tercapai kurikulum merdeka belajar.Salah satu cara untuk menciptakan pembelajaran matematika yang menyenangkan di kurikulum merdeka adalah dengan menerapkan pembelajaran yang bervariasi dalam menyelesaikan masalah sesuai dengan skil atau kemampuan siswa, termasuk mengintegrasikan ice breaking untuk mencairkan susasana pembelajaran agar tidak kaku dan monoton. 
Dalam hal ini, guru harus benar-benar memahami kondisi dan kemampuan para siswa agar tujuan merdeka belajar tercapai. Jika seorang guru sudah memahami siswanya, maka model atau teknik pembelajaran yang pas untuk setiap siswa akan mudah diterapkan. Jika teknik sudah didapat, dan siswa menyukainya, maka akan didapatkan tujuan merdeka belajar. Dimana siswa akan menyukai sesuatu karna ia memang menyukainya, sehingga tidak ada lagi paksaan atau rasa tertekan ketika belajar sehingga matematika akan menjadi pelajaran yang menyenangkan.
Pada akhirnya, jika siswa sudah merasa senang dan nyaman dengan pelajarannya maka tanpa diminta mereka akan dengan sendirinya mencari apa yang menarik perhatiannya dan selalu berusaha untuk dapat menyelesaikan masalah yang mereka temukan. Rasa percaya diripun akan muncul ketika belajar jika siswa sudah memahami apa yang menjadi kebingungan mereka selama ini.  Guru harus mampu menyampaikan bahwa skil atau bakat setiap anak itu berbeda-beda. Dengan adanya kurikulum merdeka belajar menjadikan siswa lebih percaya diri dalam belajar, sehingga semua potensi yang dimiliki siswa berkembang dengan maksimal. Kurikulum Merdeka Belajar menjadikan pembelajaran matematika jadi menyenangkan.

Penulis: Reni Marita, S. Pd.
Guru Matematika SMA Negeri 1 Belinyu


Editor: red

Komentar

Terkini