Implementasi Kebijakan dalam Urusan Kesehatan Terhadap Angka Harapan Hidup di Kabupaten Bangka

Implementasi Kebijakan dalam Urusan Kesehatan Terhadap Angka Harapan Hidup di Kabupaten Bangka

ORBITNEWS,- “Thomas Carlyle berkata Dia yang memiliki kesehatan memiliki harapan; dan dia yang memiliki harapan, memiliki segalanya”

Bangka-Kesehatan merupakan sebuah kebutuhan yang sangat mendasar bagi setiap orang. Namun, kesehatan seringkali menjadi hilir (dampak) dari berbagai permasalahan yang dialami individu dan lingkungan sekitarnya. Padahal, kesehatan merupakan modal awal bagi perkembangan potensi individu. Teori klasik H. L. Bloom dalam widyawati (2019) menyatakan bahwa ada 4 faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan secara berturut-turut, yaitu: 1) gaya hidup (life style); 2) lingkungan (sosial, ekonomi, politik, budaya); 3) pelayanan kesehatan; dan 4) faktor genetika (keturunan). Keempat determinan tersebut saling berinteraksi dan mempengaruhi status kesehatan seseorang, namun pengaruh faktor lingkungan yang dominan yaitu sebesar 40 %, gaya hidup (30 %), pelayanan kesehatan (20 %) dan faktor genetika (10 %).

Uni Sari, Harianto, dan A Faroby Falatehan (2016), dalam strategi meningkatkan angka harapan hidup (AHH) melalui alokasi anggaran kesehatan di Provinsi Jawa Barat. Hasil analisis regresi yang dilakukan terhadap anggaran urusan kesehatan Kabupaten/Kota dalam mempengaruhi Angka Harapan Hidup, menunjukkan bahwa belanja tidak langsung, belanja langsung pegawai, belanja Modal dan belanja barang Jasa berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Angka Harapan Hidup.

Definisi Konsep variabel; Variabel Belanja Urusan Kesehatan, menurut PP. 58 tahun 2005 dan Permendagri No.13 tahun 2006 tentang pengelolaan keuangan daerah;  pasal 33 terkait klasifikasi belanja menurut fungsi yang digunakan untuk tujuan keselarasan dan keterpaduan pengelolaan keuangan negara terdiri dari, 9 (sembilan) urusan, yaitu : Pelayanan umum, Ketertiban dan Keamanan, Ekonomi, Lingkungan Hidup, Perumahan dan Fasilitas Umum, Kesehatan, Parawisata dan Budaya, Pendidikan, dan Perlindungan Sosial. Pasal 36 menyatakan  belanja menurut kelompok belanja terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung, belanja tidak langsung terdiri dari; belanja pegawai, bunga, subsidi, hibah, bantuan sosial, balanja bagi hasil, bantuan keuangan dan belanja tidak terduga, sedangkan belanja langsung terdiri dari; belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal.

Belanja Urusan Kesehatan, merupakan gabungan dari dua urusan; kesehatan dan Keluarga berencana. Dalam melaksanakan Urusan kesehatan, di susunlah melalui 21 (dua puluh satu) Program, yaitu; Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, Program Peningkatan Disiplin Aparatur, Program peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan, Program Peningkatan dan Pengembangan Potensi Pembangunan Daerah, Program Obat dan Perbekalan Kesehatan, Program Upaya Kesehatan Masyarakat, Program Pengawasan Obat dan Makanan, Program Pengembangan Obat Asli Indonesia, Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Program Perbaikan Gizi Masyarakat, Program Pengembangan Lingkungan Sehat, Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular, Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan, Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita, Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak, Program Kebijakan Manajemen Kesehatan Masyarakat, Program Sumber Daya Kesehatan, Program Upaya Kesehatan Perorangan, Program Kebijakan dan Manajemen Pembangunan Kesehatan, Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Umum Kesehatan.    

Belanja urusan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Bangka sangat lah berarti untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari suatu ukuran standar yaitu dimensi umur panjang dan hidup sehat  yang telah ditetapkan  oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Umur panjang dan hidup sehat diukur dengan angka harapan hidup, angka harapan hidup di Kabupaten Bangka telah mencapai 70,99 tahun pada tahun 2019, perkembangan selama 10 tahun terakhir terjadi peningkatan, namun belum begitu menggembirakan dengan tingkat pertumbuhan hanya sebesar 0,11 persen. Sementara usaha pemerintah daerah sudah terlihat kesungguhannya dilihat dari perkembangan belanja urusan kesehatan dengan pertumbuhan sangat tinggi hampir mendekati 50 %, yaitu sebesar 46,38 %. Pemerintah Kabupaten Bangka perlu untuk terus meningkatkan realisasi belanja urusan kesehatan, peningkatan secara kuantitas tersebut perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas terkait peningkatan dimensi umur panjang dan hidup sehat melalui peningkatan angka harapan hidup. Angka harapan hidup tentunya akan meningkat apabila proporsi realisasi belanja urusan kesehatan tepat sasaran ke program atau kegiatan terkait pencegahan (preventif), yaitu layanan kesehatan anak balita, lansia serta kesehatan  ibu saat melahirkan anak.

Penulis : Teguh Anggar Kusumah
Mahasiswa Pasca Sarjana STISIPOL Pahlawan 12 Sungailiat


Editor: red

Komentar

Terkini