Saturday Forum STISIPOL P12 Bahas Determinan Scarring Effect Pandemi Covid-19

Saturday Forum STISIPOL P12 Bahas Determinan Scarring Effect Pandemi Covid-19

ORBITNEWS, Sungailiat,- Saturday Forum atau forum mingguan merupakan forum akademik yang dilaksanakan setiap hari sabtu oleh Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Pahlawan 12.

Kali ini, kegiatan dilaksanakan Sabtu (19/11/22) di Ruang Kayu STISIPOL Pahlawan 12 membahas Determinan Scarring Effect Pandemi Covid-19. Dengan suasana santai, menghadirkan narasumber Ridho Ilahi, Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Bangka.

Kegiatan Saturday forum diikuti oleh puluhan mahasiswa dan beberapa perwakilan Dosen STISIPOL Pahlawan 12. Saturday Forum tersebut membahas paper Ridho Ilahi yang menjuarai Kompetisi Karya Tulis Ilmiah bertajuk ‘LPS Call For Research 2022’ yang diselenggarakan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dr. Darol Arkum, Ketua STISIPOL Pahlawan 12 menyebutkan, kegiatan Saturday Forum merupakan kegiatan ilmiah yang rutin dilaksanakan oleh kampus dengan melibatkan mahasiswa sebagai partisipan. Melalui kegiatan ini, tentu akan menambah wawasan dan pengetahuan baru bagi mahasiswa.

Dalam paparannya, Ridho menyampaikan terkait gambaran umum perekonomian di Indonesia sebelum dan sesudah pandemi Covid-19. “Dampak awal pandemi yang mulai dirasakan pada triwulan I tahun 2020 ketika pertumbuhan ekonomi turun hingga ke level 2,97 persen (year-on-year) dimana potensi ekonomi yang dapat dicapai apabila tidak terdampak covid-19 sebesar 5,04 persen berdasarkan proyeksi Bank Indonesia (BI) (Bank Indonesia, 2019)” Ungkapnya. 

Pada triwulan III tahun 2020 Indonesia secara resmi memasuki masa resesi ekonomi setelah kali kedua pertumbuhan ekonomi tercatat mengalami kontraksi sebesar 3,49 persen. Pandemi menurunkan permintaan barang dan jasa akibat adanya pembatasan mobilitas penduduk. 

Ridho menambahkan, seiring dengan pelonggaran pembatasan sosial dan menurunnya tingkat penyebaran covid-19, laju pertumbuhan permintaan (demand) mulai berangsur kembali ke level normalnya. Akan tetapi, laju pertumbuhan penyediaan (supply) barang dan jasa masih berada dibawah laju permintaan rumah tangga. Pada jangka panjang hal tersebut dapat memicu inflasi.


Editor: red

Komentar

Terkini